#56 Kata-kata

Aku sedang mencintai kata-kata. Itulah sebabnya aku sudah tidak mencintai kamu.

Kukira kau juga sudah tidak butuh cintaku sebab sepertinya kau lebih butuh cintanya. Entah siapa.

Ketawa sendiri baca kata-kata di atas hihihi. Definisi cinta itu apa sih? Kata kerja atau kata sifat? Aku masih dalam tahap pencarian untuk memahami definisi cinta. Setiap peristiwa membuat definisi selalu berubah. Atau cinta memang tak terdefinisikan? Entahlah, di kepalaku diselimuti tumpukan tanda tanya.

Sekian.

Iklan

#55 Akhir Bulan Ramadan Tahun 2018

Hai kawan, apa kabar? Wah tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadan. Bagaimana puasanya? semoga selalu lancar. Aamiin.

Kesan di bulan Ramadan tahun ini yah tentu berusaha menjadi pribadi lebih baik walau sebenarnya masih banyak hal yang mesti diperbaiki lagi. Namanya manusia yah kadang lupa dan kadang ingat, yang terpenting selalu berusaha lebih baik dan lebih baik. Bulan Ramadan tahun ini tentu sebagai perempuan yang sudah baligh tidak bisa melaksanakan puasa sebulan penuh, tentu ada bolongnya. Semoga saya diberi kesehatan dan kesempatan untuk mengganti puasa yang bolong setelah lebaran nanti. Aamiin.

Sebenarnya saya merasa tahun ini tuh puasa tidak terasa eh udah sebulan aja. Berhubung sebelum masuk cuti bersama kampus, saya masih sibuk wara-wiri di kampus mengurus banyak hal untuk persyaratan wisuda bulan delapan nanti. Jumat lalu saja saya masih ke kmpus. Maklumlah mahasiswa. Eh tidak terasa besok udah mau lebaran aja. Tanggal 21 juni nanti mesti balik ke kampus lagi masih banyak yang mesti diurus. Hahaha. Dinikmati aja. Namanya juga proses.

Oh iya, Semoga tahun depan kita bisa bertemu dengan bulan Ramadan lagi dan semoga setelah bulan puasa tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi dalam segala hal. Aamiin.

Saya secara pribadi mengucapkan mohon maaf lahir batin jika selama ini ada kata-kata yang tidak berkenan di hati kalian. Terima kasih

Selamat lebaran besok kawan. Mari banyak-banyak bersyukur atas nafas kehidupan yang diberikan Tuhan kepada kita. Semoga kita tergolong manusia yang bisa memanfaatkan sisa waktu di dunia ini sebaik-baiknya. Aamiin.

Tetap Semangat! 😄😄😊😊😉😉😉😇😇

#54 Akhir Hidup

Saya sedang belajar lebih mencintai hidup saya sebagaimana saya mencintai Tuhan yang menciptakan saya atas seluruh keindahan yang hadir dalam hidup ini.

Hidup di dunia yang fana ini seharusnya membuat kita tidak punya alasan untuk mengakhiri hidup secara pribadi padahal sudah ada jaminan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Tetapi namanya manusia terkadang ketika berada dalam situasi terpuruk hingga lelah dengan kehidupan di dunia ini membuat manusia seolah kehilangan harapan. Saya yakin setiap manusia dalam hidupnya kebanyakan akan ada masa-masa tersulit yang harus dijalani. Saat situasi itu terjadi manusia dihadapkan pada dua pilihan terus bertahan atau menyerah. Pilihan itu tentu pula tidak akan terlepas dari ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Hidup memang tidak selalu berjalan mulus tetapi saya yakin kita selalu punya alasan untuk bertahan dalam situasi tersulit pun hingga tiba waktunya Tuhan memanggil kembali padaNya dengan indah.

Justru karena hidup ini hanya sementara semoga kita bisa mengisi dengan kebaikan dan melukiskan coretan indah di kanvas kehidupan kita sehingga ketika kita telah tiada maka kita telah menyimpan kenangan indah bagi orang-orang sekitar kita. Semangat kawan-kawan!

#53 Kekerasan Pada Perempuan

Tetiba hari ini saya ingin mengulas mengenai kekerasan pada perempuan. Tentu dari sudut pandang saya sebagai perempuan.

Tadi pagi di sebuah acara televisi membahas video seorang laki-laki yang memukul seorang perempuan di jalanan umum. Video itu membuat saya miris, hampir saja saya menangis melihat video itu. Orang itu benar-benar keterlaluan. Apalagi yang terdengar mereka meributkan masalah uang. Uang memang bisa membutakan manusia. Bahkan tega hingga menendang perempuan itu. Rasanya saya marah dan sedih. Mengapa ada orang sejahat itu? Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dirasakan perempuan itu. Hati, mental, dan fisiknya tentu sakit.

Ahh rasanya saya tidak bisa menerimanya bahkan membayangkannya pun tidak sanggup.

Saya hanya ingin menghimbau hentikan kekerasan pada siapapun apalagi perempuan.

Untuk lelaki, bahkan sesama kaum perempuan siapapun itu dan dimanapun berada yang hidupnya penuh dengan kekerasan:

Kami perempuan yang mungkin lemah bagi kalian, tapi ingat kalian lahir dari seorang perempuan, sepantasnyalah kalian menghormati perempuan dan membimbing kami ke arah lebih baik jika kami melakukan kesalahan. Tuntunlah hingga cahaya kebenaran menghampiri kami.

Sikap yang santun lahir dari hati dan pemikiran yang santun. Pikirkan baik-baik!

Sekian dan Terima Kasih.

#52 Sinetron dan Kehidupan Nyata

Hari keempat puasa kemarin sempat menonton beberapa sinetron di layar televisi.

Tiba-tiba terbesit dalam benak ingin membahas, apakah dunia nyata sedramatis di dunia sinetron? Yah saya juga bingung sih jawabnya.

Tentu cerita dalam sinetron tidak bisa begitu saja dilepaskan dari dunia nyata yang terjadi dalam kehidupan masyarakat itu sendiri.

Kadang juga beberapa sinetron tuh udah bisa ketebak akhir ceritanya, Misalnya si A jahat sama si B lalu nantinya Si A akan menyesal dan berubah menjadi baik. Nah itu yang lumrah terjadi dalam sinetron. Namun, dalam hidup pun terkadang seperti itu pula. Nilai-nilai kehidupan seperti itu yang membuat sinetron juga penting. Tentu yang kita ambil ialah teladan yang baik dan positif dari setiap cerita yang disajikan.

Kadang saya juga kesal kalau ceritanya terlalu lebay dan terlalu drama. Tetapi wajar sih namanya juga demi kepentingan hiburan dan berbagai kepentingan dunia pertelevisian. Wajar tapi kadang kesal sendiri hahaha.

Yah terlepas apapun itu tujuannya. Semoga dunia sinetron Indonesia semakin maju dan semakin memberikan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tentu kita tidak boleh melepaskan diri dari harapan baik atas kemajuan sinetron di negara ini. Semoga pun kemasan ceritanya semakin unik dan beragam.

Ayo maju terus sinetron Indonesia!

#51 Memaknai 24 Tahun

Puasa di hari ketiga kemarin, Alhamdulillah berjalan lancar.

Kali ini saya ingin bercerita mengenai umur yang sudah memasuki 24 tahun. Termasuk tua atau muda yah umur ini. Bingung juga hehehe. 😆😁

Namanya hidup tidak selalu sesuai rencana kita. Ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Semua terjadi begitu saja kadang tanpa kita sadari dan di luar dugaan. Tugas kita banyak-banyak bersyukur. Kalau kita selalu ingin membandingkan hidup kita dengan orang lain tentu selalu ada yang lebih baik dan lebih buruk dari hidup yang kita jalani. Kitalah yang harus pintar-pintar memilah apa yang baik dan tidak bagi hidup kita.

24 tahun berarti nyaris seperempat abad. Kadang muncul di pikiran, apa yang sudah saya lakukan dan saya capai selama ini. Saya juga bingung jawabnya. Yang pasti yang paling membahagiakan sebelum hari ultah 9 Mei lalu, saya sudah bisa mencapai gelar sarjana sehingga doa orang-orang sudah berubah bukan lagi mendoakan segera sarjana tetapi segera kerja. Hehehe. Aamiin Bahagianya itu luar biasa loh. Penantian yang sangat panjang. Alhamdulillah. 😇

Harapan ke depan bisa menjadi manusia yang lebih baik. Saya juga belum tahu nih apakah setelah wisuda di bulan 8 nanti akan langsung kerja atau malah lanjut pendidikan. Tergantung suasana hati cenderung kemana kadang tuh pikiran bisa tiba-tiba berubah. Hari ini ingin ini, eh besoknya ingin itu. Jadi semua tergantung nanti. Saat ini masih menikmati hidup sebelum wisuda yang masih sekitar dua bulan lebih lagi. Semangat aja untuk diri sendiri. Semoga seluruh keluarga sehat sehingga bisa ikut berbahagia di hari yang penting nanti. Aamiin.

Target utama juga sebelum wisuda pengen berat badan naik. Lagi gencar-gencar usaha tetapi sampai sekarang sih belum banyak perkembangan. Yah yang penting usaha dan semakin merasa sehat setelah mengatur cara makan walau kadang masih tidak teratur apalagi di saat puasa seperti ini. Di bulan ini lebih banyak makan buah dan tidak lupa rutin minum vitamin saat sahur supaya semakin kuat menahan perasaan, eh puasa maksudnya. Jangan terlalu seriuslah, hidup juga kadang butuh bercanda kan. Damai yah hihihi 😂😂😂

Semoga umur kita senantiasa digunakan dengan hal-hal baik dan positif. Aamiin.

Semoga puasa kalian hari ini lancar. Tetap semangat! 😉😉

#50 Masih Kepikiran

Puasa kedua kemarin benar-benar membuat diri banyak pikiran karena salah satu dosen belum merespon pesan saya yang ingin segera konsultasi untuk segera menjilid skripsi saya. Kemarin juga sempat ke kampus, tetapi dosen yang saya cari termasuk ketua jurusan saya tidak berada di kampus karrna saya mau menghadap tentang persoalan saya. Yah harus sabar. Tentu harus yakin pada sabar dan shalat yang akan menjadi penolong. Tetap semangat dan berpikir positif.

Terkadang yang paling sulit dalam hidup ini ialah tetap berpikir positif terhadap setiap situasi bahkan situasi terburuk dan tersulit. Tetapi memang dalam hidup, kita harus selalu belajar menjadi lebih baik. Sebelum kesempatan menjadi lebih baik itu lenyap.