Harus Berani!

Hari ini pengalaman baru saya berjalan kaki dari salah satu perpustakkan umum hingga ke salah satu kampus untuk mengambil angkutan umum lagi dan saya berjalan sejauh kurang lebih 2 km. Sebenarnya saya dulu2 juga biasa jalan kaki. Cuma baru pertama kali lagi setelah sekian lama jadi agak kikuk jg harus jalan kaki sendirian. Walaupun sebenarnya saya bisa naik angkutan umum tapi saya mau hemat uang saya 5 ribu rupiah. Jadi saya memutuskan jalan kaki walau memang kaki terasa pegal-pegal. Tapi yah saya anggap sebagai olahraga sore saja hehehe.

Saya sengaja berusaha mengajarkan diri sendiri untuk bisa lebih berani melakukan sesuatu. Rasa takut terkadang malah menjebak kita untuk terlalu manja dengan segala fasilitas yang ada. Dari perjalanan tadi saya belajar bahwa selama kita mau berusaha dan tidak pantang menyerah maka tujuan sejauh apapun akan sampai. Walau memang segala macam resiko harus ditanggung seperti betis terasa pegal2 tapi saya senang bisa melakukan sesuatu yang awalnya penuh ragu tapi ternyata saya mampu berjalan sendirian di antara hiruk pikuk kendaraan berlalu lalang terutama karena fisik masih kuat. Kalau nanti sudah di atas umur 30 an pasti tidak sekuat hari ini. Yah semoga bisa selalu sehat dan kuat, Aamiin

Itulah sedikit pengalaman yang unik buat saya hari ini. Alhamdulillah bisa menyelesaikan urusan hari ini. Semoga ke depan bisa tetap punya keberanian yang sama hehehe 😂😂😉

Iklan

Perjalanan Baru

Perjalanan baru saya kali ini memang sebuah keputusan yang tak mudah. Langkah pertama yang dimulai dengan keputusan besar untuk melanjutkan apa yang memang telah ingin dilanjutkan dalam rentang waktu yang begitu panjang.

Perjalanan ini harus dibuat seasyik mungkin. Toh sesulit apapun hari ini ataupun hari esok semuanya jg akan berlalu sebab waktu tidak pernah bisa dihentikan, ia akan terus bergerak tanpa mau menunggu siapapun dia entah yang terus bergerak atau yang tetap stagnan pada posisinya ataupun yang masih berjibaku dengan masa lalunya.

Saya berusaha sebisa mungkin untuk lebih santai di perjalanan yang akan saya tempuh ini, semoga bisa membuat sy menjadi pribadi yang 100 bahkan 1000 kali lipat lebih dewasa dalam segala hal nantinya. Walau memang semua butuh proses yakni tahap demi tahap. Namun tentu manusia harus punya rencana dalam hidup agar ia tahu langkah apa yang tepat yang harus ia lakukan setiap detiknya. Walau ragu dan takut mengiringi langkah awal ini tetapi tentu jika memutuskan untuk tidak melangkah pun tidak akan memberi apa-apa. Sebab tidak akan ada langkah kedua tanpa langkah pertama.

Untuk itu, mulailah meski semua resiko begitu jelas di depanmu, yah kadang-kadang kita butuh membunuh 9 ketakutan dengan 1 keberanian walau ukurannya jauh. Akhirnya memang keberanian lah yang sepatutnya harus menang dalam hidup ini. Tanpa keberanian, hidup ini tidak akan penuh warna kecuali engkau memang tidak ingin memiliki banyak warna dalam hidupmu, yah itu pilihan hidup masing-masing orang.

Tapi yah lagi-lagi kadang-kadang sebagai manusia biasa, jauh lebih pandai berencana daripada mewujudkannya. Tetapi apapun itu, rencana tentu tetap penting dan kuncinya jangan terlalu banyak berekspektasi sebab hari esok tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi bahkan masih bernafas atau tidak pun tidak ada jaminan dari siapapun. Semua penuh misteri, jalani saja dengan baik hari ini agar kita lebih siap menghadapi hari esok. Sebab hari ini akan berlalu menjadi hari kemarin dan hari esok akan menjadi hari ini jika Tuhan masih mengizinkan.

Jadi, saya berusaha membuat semua perjalanan yang akan saya lalui ke depan sebisa mungkin melihatnya jauh lebih positif dan jauh lebih matang mengelola emosi sebab kadang yang paling disesali ialah hal yang dirasakan atau dilakukan yang sebetulnya tak perlu terjadi.

Semangat untuk perjalanan baru dan semangat untuk langkah yang tentu waktu yang tak henti ini akan mengikisnya dengan cepat.

Selamat berjuang untukmu diri, sekeras apapun batu kerikil yang akan menghujanimu, tetaplah KUAT dan ingat janji Allah bahwa sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan. KAMU HARUS PERCAYA ITU! Kuatlah lalu jangan pernah mau dibuat kalah oleh keadaan, bergeraklah maju, kamu pasti bisa!

Semoga saya mampu melalui perjalanan ini untuk sampai pada tujuan dan tentu semua karena izin Allah SWT.

Bismilah. Semangat para pejuang cita-cita!

Kepada Kenang

Kepadamu kenang yang kadang usil menengok

Berlalulah meski sulit

Biarlah kau menjadi abu yang telah lampau tertiup angin

Biarlah kau menjadi arang yang telah terbakar api memori

Jangan usil-usil lagi.

Tempat mu bukan di sini.

Kau tetap kenang yang tak melulu mesti dikenang

Tidak usah bangga sebab kau hanyalah kenang.

Kenang yang telah hanyut dibawa arus perputaran waktu.

Review Cerita Pendek: Air Karya Erni Aladjai

Cerpen Air ini termuat dalam buku kumpulan cerpen sekaligus puisi yang berjudul Dari Timur dan merupakan tulisan pilihan Makassar International Writers Festival terbitan Bulan Juni 2017.

Sekilas tentang penulis: Erni Aladjai bergiat di Komunitas Salanggar. Bukunya: Pesan Cinta dari Hujan (2010), Kei (2013), Ning di Bawah Gerhana (2014), Dari Kirara untuk Seekor Gagak (2015).

Cerpen ini mengisahkan seseorang bernama Zon yang berada di masa depan Tahun 2050 saat masyarakat sudah kesulitan mengakses air. Hal itu diakibatkan berbagai eksploitasi sumber daya air di masa lalu yang membuat air semakin tergerus terutama karena digunakan pihak lain demi kepentingan perusahaannya sehingga lambat laun efek besarnya air semakin sulit diakses malah harga satu galon melonjak menjadi satu juta. Itu sungguh kejadian yang luar biasa mengenaskan saat itu yang membuat tokoh utama semakin kebingungan dalam situasi tersebut padahal ia juga sangat kehausan dan membutuhkan air. Untuk cerita lebih lengkapnya silakan mencari bukunya. Ceritanya unik dan memiliki pesan moral tersendiri.

Kutipan kalimat yang menarik :

“Dulu air tidak semahal ini. Air masih mengalir di keran-keran perumahan. Kota ini dulunya kota sungai. Tapi orang-orang terlalu lama mengabaikan sungai. Sementara mata air-mata air dipagari perusahaan-perusahaan. Tahun-tahun kemudian berlalu, sungai-sungai menutup dirinya, dan mata air mengeringkan dirinya. Sementara sisa-sisa sumber air kita di utara telah dikuasai perusahaan asing. Orang lupa bahwa air membawa nyawa dan punya kemerdekaan sendiri…” (Hal 16)

Kutipan kalimat tersebut menunjukkan bahwa air memang akan selalu menjadi kebutuhan utama masyarakat sehingga jika tidak diberi perhatian khusus bisa saja air akan habis dan semakin sulit diakses oleh masyarakat apalagi jika pengelolaannya tidak terfokus kebermanfaatannya untuk masyarakat. Maka apa yang dikisahkan penulis dalam cerpennya sangat mungkin terjadi di kehidupan nyata pada masa yang akan datang. Untuk itu, mari mengendalikan penggunaan air untuk sebaik-baiknya tidak hanya untuk kepentingan pribadi tetapi kepentingan umum atau masyarakat.

Cerpen ini memang unik karena kemasan ceritanya sarat akan makna dan kalimat-kalimat yang diutarakan membuat terkesan sehingga penulis mampu menyampaikan dengan apik setiap peristiwa dalam penceritaannya.

Jadi, mari gunakanlah air seperlunya demi kepentingan semua pihak!

Memulai Hobi Berkebun

Beberapa hari belakangan ini saya tertarik memulai hobi berkebun khusunya tanaman sayur-sayuran ataupun buah-buahan. Yah dimulai dari yang ada di sekitar saja dan yang akan sering digunakan atau dikonsumsi sehari-sehari jika sudah tumbuh subur nanti, ada rasa senang tersendiri bisa mengurusi tanaman-tanaman itu. Saya memang orang yang tidak begitu tertarik dengan tanaman hias sejak dulu walau di teras rumah saya memang dipenuhi tanaman hias ibu saya hehehe maklumlah beda selera dan sejujurnya selalu ada keinginan untuk menanam tanaman yang bisa dikonsumsi entah itu sayur atau buah-buahan tapi baru kali ini benar-benar ingin fokus dan sungguh-sungguh melakukannya. Semoga bisa tumbuh dengan subur ke depannya. Aamiin.

Ada beberapa tanaman yang sedang saya tanam, dimulai dengan hal sederhana dan ukuran kecil dulu agar setiap hari bisa melihat pertumbuhannya.

Gambar di atas ialah wortel yang saya mulai dengan menumbuhkan akarnya, saya potong bagian atasnya lalu menancapkannya di atas botol plastik yang berisi air yang disanggah menggunakan tangkai sapu lidi, lalu ada ubi jalar serta daun bawang dan daun kemangi yang saya beri perlakuan seperti wortel tadi. Daun bawang itu sudah saya mulai sejak kemarin malam dan sudah terlihat tumbuh kembali daunnya, Alhamdulillah. Kalau daun kemanginya sepertinya tanda-tanda akan layu, mungkin perlu cara yang lain, nanti saya akan cari informasi lainnya tentang cara menanam daun kemangi yang tepat. Kalau wortel dan ubi jalar karena baru dimulai tadi sore jadi belum terlihat pertumbuhannya. Nanti jika tunasnya tumbuh akan dipindahkan ke pot dengan media tanam tanah.

———————-

Gambar di atas ialah tomat yang saya tanam di pinggir pot tanaman bunga ibu saya, saya tanam menggunakan buah tomat bersama bijinya yang diiris lalu ditanam sedalam satu cm lalu ditutupi tanah kembali. Semoga bijinya segera menumbuhkan tunas untuk segera dipindahkan ke pot baru. Kalau dari video pengalaman orang-orang di Youtube butuh hingga 10 hari baru tumbuh tunasnya dan saya sudah tidak sabar melihatnya hehehe.

———————-

Gambar di atas adalah biji buah lemon yang air perasan buahnya telah habis saya gunakan sebagai masker muka. Setelah mencari di internet cara menumbuhkan lemon dari bijinya, lalu saya mulai kemarin malam mengupas kulit biji melonnya lalu membungkusnya dengan tisu yang basah lalu menutupnya dengan kantong plastik putih agar tumbuh tunas seperti cara menumbuhkan tunas toge dari butir kacang hijau hehehe dan tadi saya mulai melihat biji lemonnya terkelupas dan semoga segera menumbuhkan tunas baru sebagaimana yang saya lihat di Youtube.

———————-

Gambar di atas ialah batang serai yang masih ada akarnya ditanam di pot besar dan disampinganya ada sayur bayam kecil yang masih ada akarnya saya tanam pula di pot tersebut, semoga akan tumbuh subur.

———————–

Semangat saya semakin menggebu walau lahan terbatas karena di Youtube banyak video orang-orang yang berhasil berkebun walau dengan lahan terbatas. Asal kita mau mengakali dan mensiasati maka media sederhana pun bisa jadi media tanam dan tak henti merawat semuanya dengan baik maka semua akan tumbuh subur.

Berkebun butuh konsisten merawat dan mengurusinya dengan tekun dan sabar. Semoga saya pun bisa demikian.

Seminggu ke depan Insya Allah saya akan ceritakan perkembangan setiap tanaman itu.

Oh iya, apakah kalian juga suka berkebun? Bagi dong pengalaman kalian! Siapa tahu ada tips-tips yang tepat buat orang baru mulai berkebun seperti saya hehe

Terima Kasih

Puisi – Tak Berujung

Kepada angin resah yang meliuk manja

Berhentilah gelisah dalam lelah dan cemas

Tenanglah meski riuh masih terasa ributnya

Suaranya setia menggema lalu menampar rasa

Ia tak henti mendesak tetapi tak henti diabaikan

Pergilah resah, agar tak lagi menggunung di balik topeng tawa

Menjauhlah meski kau tetap ingin menampak di setiap serpihan asa

Bingung

Aku bingung menuliskan apa

hingga aku memutuskan menulis tentangmu yang jamak.

Kamu, kamu, dan kamu

Kamu yang tak hanya satu, bahkan lebih dari dua.

Menulis kisah yang tiada habis tentangmu

Namun sungguh, aku malah bingung,

entah bagian mana lagi yang ingin aku tulis tentangmu

Semua bahasa alam sepertinya telah mengukirnya

Sepertinya pula, aku kehabisan kata-kata

Sudahlah, aku rasa tentangmu yang jamak cukup sudah.

Aku tahu ini hanya tentangmu bukan aku

sebab aku tak pernah kau tempatkan dimanapun

meski pada sudut ruang tergelap di relung hatimu yang jamak.

Sudahlah! Ini memang harus disudahi.