Kau Harus Tetap Mencintai Kehidupan

#CatatanKehidupan

Kau harus tetap mencintai kehidupan meski kadang ia tak memberimu senyum tulus

Kau harus tetap mencintai kehidupan meski kadang ia sangat tajam melukai hatimu

Kau harus tetap mencintai kehidupan sebab bahagia akan ada meski secuil saja

Kau harus tetap mencintai kehidupan sebab tak semua orang bisa melihat birunya lautan

Kau harus tetap mencintai kehidupan sebab kau hidup disana

Kau hanya perlu mencari dibagian mana dari hidupmu yang akan kau sebut sebagai sebenar-benarnya kehidupan.

Buang jauh-jauh rasa ingin menyerah!

Kau berhak untuk kehidupan ini.

Berbahagialah sewajarnya dan bersedihlah sewajarnya.

Sebab dua hal itu akan datang silih berganti sampai nafasmu kelak terhenti.

Iklan

Risau

#CatatanKehidupan

Saat risau melanda, entah dengan kata yang tepat untuk mewakilinya. Sebenarnya kerisauan terkadang disebabkan kenyataan tak sesuai harapan. Jauh dari ekspektasi pikiran sendiri. Belajar untuk lebih pandai mengendalikan emosi dan pola pikir juga tak mudah. Apalagi jika semuanya bergantung mood maka yah siap saja semua kelihatan begitu ribet. Kadang sebenarnya yang terjadi tidak sulit tetapi karena individunya sendiri membuat semuanya terlihat sulit maka semua jadi benar-benar sulit. Menjadi manusia dewasa memang tidak mudah, ingin mengeluh tetapi dunia seakan melarang untuk mengeluh sebab harus banyak bersyukur karena selalu ada lebih tidak beruntung dari hidup kita. Memang benar sih tetapi lagi-lagi yah manusia kadang lupa untuk bersyukur.

Salah satu hal yang tidak mudah dikendalikan dalam hidup ini ialah hati, pikiran, dan tindakan harus tetap positif meski situasi sedang dalam paling buruk sekalipun. Kadang rasanya ingin lari dan berteriak sekeras-kerasnya lalu menghilang sejauh-jauhnya agar tidak memusingkan berbagai tuntutan hidup sebagai manusia yang sedang bertumbuh dalam umur yang dituntut menjadi dewasa dalam berbagai aspek baik pikiran maupun tindakan tetapi yah apapun masalah yang terjadi harus dihadapi sebab laripun juga tidak akan benar-benar menyelesaikan masalahnya.

Sederhananya, dari kerisauan ini diakhiri dengan harapan bahwa hati dan pikiran serta tindakan selalu dalam kondisi yang terkendali dengan baik meski seburuk apapun situasinya Aamiin. Begitupun dalam kehidupan kalian. Aamiin.

Tetap semangat. Percaya semua akan baik-baik saja walau selalu dan memang lebih mudah berkata-kata daripada melalukan tindakan yang sesuai ucapan tetapi lagi-lagi manusia jika ingin hidup dengan baik tentu harus selalu punya semangat dan harapan yang positif.

SEMANGAT!

Review Film Dilan 1991

Kisah Dilan sebenarnya tidak begitu asing di benak saya saat film Dilan 1990 mulai digarap karena novelnya sudah pernah saya baca ketika masih kuliah. Novelnya memang saat itu begitu laris karena ceritanya ringan dan dikemas dengan romansa yang berbeda meskipun cerita SMA sudah banyak diangkat di dalam novel-novel lainnya. Namun, tokoh Dilan memang unik, ia memiliki cara tersendiri dalam menampilkan keromantisannya kepada Milea. Jauh sebelum wacana novel ini akan difilmkan, saya pernah menghadiri seminar dan pembicaranya ialah penulis novel ini yakni Pidi Baiq sehingga cerita Dilan semakin tak asing di benak saya, seminar ini juga sangat ramai sebab penggemar Pidi Baiq juga banyak.

Ketika tahu novel ini akan difilmkan sebenarnya tidak begitu kaget sebab novel ini memang laris saat itu dan penggemarnya memang semakin banyak. Saya juga penasaran siapa yang akan memerankan film Dilan ini. Ketika tahu Iqbal berperan sebagai Dilan, saya memang yakin film ini akan mendapat perhatian yang besar karena Iqbal memiliki banyak penggemar dan memang jutaan penonton telah menonton film Dilan 1990 maupun 1991.

Sebenarnya saya tidak begitu tertarik menonton film ini, yah selera film setiap orang berbeda. Film Dilan 1991 memang realistis, saya rasa sebagian orang yang memiliki kisah asmara saat SMA akan mengalami hal yang kurang lebih sama walau dengan masalah dan konflik yang berbeda yang dibumbui gombalan dan putus cinta. Bagi sebagian orang tentu saat-saat putus cinta ialah saat-saat yang paling menyedihkan tapi lagi-lagi hidup harus terus berjalan dan harus menemukan kebahagiaan lagi.

Kisah romansa dan putus cinta semasa sekolah yang dikemas dalam bentuk film mungkin bagi sebagian orang ialah kisah yang biasa dan mungkin sebagian orang pernah mengalaminya. Namun, film ini memang unik, nuansa kepedihan maupun kebahagiaan yang didukung dengan latar suasana yang sesuai dengan jalan ceritanya sehingga sangatlah wajar jika penonton akan mudah terbawa perasaan maka tak heran penonton berusia remaja membludak mengisi kursi penonton film ini. Saya sudah dua kali menonton film Dilan 1991 ini bukan karena saya suka tapi karena yang pertama saya harus menemani teman saya dan kedua saya harus menemani adik saya yang penasaran dengan film ini karena teman-temannya tak henti membicarakan film ini, wajarlah ia masih remaja. Ternyata menonton film yang sama dua kali di bioskop dalam waktu yang hanya beda beberapa hari memang membosankan karena ceritanya sudah tahu hehehe. Hal yang paling menyebalkan saat menonton di bioskop jika ada penonton lain yang sebelumnya telah menonton lalu memberi reaksi yang berlebihan sehingga mengganggu penonton lainnya. Jangan dibiasakan seperti itu yah, teman-teman!

Apakah saya suka? Mungkin, jika film ini hadir saat saya masih berumur belasan tahun tentu reaksi dan antusias saya akan berbeda. Kembali lagi, ini bergantung selera sebab genre film yang sedang disukai setiap orang berbeda-beda dan akan mungkin selalu berubah setiap waktunya. Tapi saya sangat bangga dan mengapresiasi film ini yang digarap dengan sungguh-sungguh berlatar 90an oleh tim produksinya. Para Pemerannya juga telah menampilkan akting terbaiknya sehingga layak diberi apresiasi yang positif.

Semoga antusiasme penonton tidak hanya pada film ini tetapi film-film Indonesia lainnya, Aamiin.

Hidup Film Indonesia!

Review Puisi Karya Iqbal Naspa : Cinta Mati

Puisi ini termuat dalam Buku Kumpulan Puisi Wasiat Cinta oleh Mimbar Penyair Makassar.

Sekilas tentang penulis: Iqbal Naspa lahir di Jakarta, 16 Maret 1987. Alumni Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin. Kumpulan puisinya: Lamunan Ranjang (2008). Belajar akting di Kala Teater merupakan salah satu hobinya selain menulis (hal 149).

Puisi ini dilihat dari jumlah kata memang singkat tetapi makna yang tersirat didalamnya sungguh sangat mendalam. Ini tentang perasaan cinta yang besar terhadap seseorang di masa lalu dan kini perasaan itu telah benar-benar hilang. Memang puisi ini terkesan sederhana tetapi menuliskan tentang perasaan yang telah lenyap dengan kata-kata penuh sarkasme membuat puisi ini mempunyai ruang tersendiri didalam memori perasaan seseorang yang telah melupakan orang yang pernah dicintainya. Kadang memang untuk menuliskan rumitnya perasaan hanya butuh beberapa kata yang dapat menyiratkan sejuta makna. Saya benar-benar suka puisi ini karena terkesan jujur dan menyakitkan tetapi tegas. Soal perasaan, ketegasan memang perlu agar hati tidak terbuai terlalu dalam kepada hati yang tidak sepantasnya mendapatkan perasaan cinta yang tulus.

Terima kasih kepada penulis, saya menyukai puisi ini. Keren! 👍☺

Oh iya, bagaimana pendapat kalian mengenai puisi ini?

Review Puisi Karya Ilham Halimsyah : Ketika Engkau Kirim Hujan

Puisi ini termuat dalam Buku Kumpulan Puisi Wasiat Cinta oleh Mimbar Penyair Makassar.

Sekilas tentang penulis: Ilham Halimsyah lahir pada 9 Juni 1975 di Maros. Ia gemar menulis dan memotret. Puisinya terpublikasi di media lokal dan nasional, juga terbitan berkala. Pendiri Perkumpulan Fotografer Makassar (Performa) dan Maros Fotografi dan Film (Martografi), ia juga menulis artikel kritik foto di media massa. Membina Komunitas Blogger Maros. Twitter : @ihsyah (Hal 148)

Menurut saya, puisi ini indah sebab hujan selalu membawa makna tersendiri. Hujan juga terkadang membawa kenangan. Hujan juga memiliki kesan tersendiri bagi setiap orang dan tentu bagi sang penyair. Tetapi yang berkesan dalam puisi ini pada bait ketiga yakni jika hujan tak dianggap sebagai isyarat kerinduan lalu untuk apa bersikeras menerjemahkan. Benar-benar membuat meleleh hehehe. Seolah ada kekesalan di dalamnya. Seolah hujan ini menikam siksa bagi penyair. Ada rasa rindu yang menggema yang dikirim oleh hujan. Kata-kata yang digunakan sangat indah, menafsirkan hujan sebagai sebuah isyarat kerinduan. Penyair mengolah rasa dalam puisi dengan tulus. Hujan di dalam benak para penyair terkadang memaksa untuk menerjemahkan ingatan yang sesak maka tidak heran hujan sering menjadi inspirasi dalam membuat puisi. Kita tentu sering membaca puisi yang mengangkat mengenai hujan dan kenangan. Jangan heran musim hujan sering dirindukan sebab disana ada ingatan yang mendesak ingin meluap. Hehehe

Bagaimana menurut kalian?

Review Film Surat Untukmu

Film ini bercerita mengenai kegelisahan seorang gadis desa yang sejak kecil telah ditinggalkan ibunya. Ia ingin mencari keberadaan ibunya yang sejak dulu hanya berwujud surat-surat yang ada untuknya tanpa pernah merasakan keberadaannya di sisinya. Gadis ini diperankan oleh Prilly Latuconsina. Film ini dirilis Tahun 2016. Saya tidak perlu menceritakan detail penceritaannya berhubung di om google telah banyak dibahas oleh orang-orang. Sangat mudah untuk menonton film ini karena sudah lama ada di youtube. Silakan menonton bagi yang berminat dan ingin berdiskusi.

Awal mula saya sedang mencari film yang bergenre drama romantis di youtube lalu salah satu yang muncul ialah film ini. Saya download film ini tanpa berpikir panjang karena melihat Prilly yang memerankan film ini, kebetulan belakangan ini saya senang dengan karya-karya Prilly. Durasi film ini sekitar satu jam setengah. Ulasan film ini baik sinopsis dan pemerannya ada juga di Wikipedia, jika berminat silakan berkunjung ke om google hehe.

Hal menarik dari film ini ialah :

– Film ini unik dan seru menunjukkan kecerdasan logika si pemeran utama yakni Gendis yang diperankan oleh Prilly Latuconsina dalam memecahkan teka-teki dan petunjuk mengenai keberadaan ibunya. Film ini cenderung lebih ke film petualangan dalam memecahkan petunjuk. Menurut saya sih seru.

– Film ini kental dengan tradisi karena ayah dari Gendis ini bekerja sebagai penari yang diperankan oleh Tio Pakusadewo di desa tersebut. Musik tradisional sangat mendukung dalam membawa situasi tradisional dalam film ini. Saya salut dengan film yang masih mengangkat sisi tradisi di suatu daerah. Hal itu dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan dan mempertahankan kebudayaan yang ada di daerah-daerah di Indonesia. Terima kasih untuk para sineas film. Bangga dengan kalian.

– Terkait tokoh-tokohnya, para pemerannya tidak perlu diragukan kemampuannya. Setiap momen dan pesan dari film ini sangat mudah tersampaikan melalui akting dari para pemerannya.

– Pesan yang saya dapatkan bahwa kadang kita harus belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang sulit tapi dengan mau mencoba untuk melakukannya maka hal itu menjadi salah satu cara menemukan kedamaian dan hakikat kehidupan sesungguhnya. Film ini juga sangat kental dengan pesan bahwa ibu selalu ada di hati anaknya bagaimanapun kondisinya. Ibu adalah segalanya.

Hal yang mungkin membuat film ini tidak mendapat jumlah penonton yang banyak karena film ini memang genre yang cukup serius dan akan cenderung membuat orang bosan karena durasi yang lama untuk sampai pada pemecahan masalah. Yah mungkin saat itu selera penonton tidak berpihak pada film yang serius seperti film ini. Yah di setiap waktu, selera film masyarakat selalu berubah. Hal itu sangat wajar.

Meskipun begitu, film ini layak ditonton dan layak mendapat apresiasi karena film ini sarat akan pesan moral yang sangat penting untuk kehidupan kita khususnya mengenai keluarga dan persahabatan. Saya sendiri merasa film ini membuat saya diajak untuk berpikir mencoba memecahkan misteri dari film ini. Lagi-lagi film ini memang bergenre serius tapi bagi saya seru.

Kembali lagi semua tergantung selera film masing-masing.

Jika berminat, silakan menonton. Saya tunggu komentar kalian.

Terima Kasih.

Hai Februari

Selamat datang, Februari.

Semoga bulan ini menjadi bulan yang baik. Saya akan melalui satu proses yang penting dalam salah satu mimpi saya di bulan ini. Semoga bulan ini menjadi bulan yang bersahabat membawa kebaikan demi kebaikan untuk masa depan yang lebih cerah. Semoga hidup jauh lebih baik setiap harinya. Semoga hal baik yang disemogakan bisa tercapai. Aamiin

Selamat datang Februari, ada yang bilang ini bulan yang indah tapi saya tak tahu sampai saya melaluinya. Semoga bulan ini memihak keindahan untuk hidup saya sebagaimana yang orang-orang lain pula harapkan. Saya belajar lebih mencintai diri saya sebagai wujud syukur kepadaNya. Kadang yang ribet tuh pikiran kita sendiri padahal realita yang terjadi tidak seburuk yang kita khawatirkan. Belajar lebih mencintai hidup yang hanya sekali ini dengan sebaik-baiknya.

Hai Februari, sekali lagi semoga hal-hal baik yang saya dan mereka semogakan bisa tercapai. Aamiin.

Jadilah bulan yang indah untuk kami semua. Semoga Indonesia semakin damai. Aamiin